PILKADA. Haruskah?!!

October 16th, 2010 | arifin_triadi

Apa kita harus memilih dalam PILKADA?
Kenapa nyokap gw sampe marah hanya karena gw gag milih?
Padahal sudah jelas, kita hanya mendapat HAK PILIH, bukan KEWAJIBAN PILIH.
Nyokap gw sampe bilang, kalo gag mau PILKADA, ya gag usah tinggal di Depok.
Lah, itu kan HAK gw, kenapa lw yang ribet.
Zzzz.

Teori Organisasi

October 16th, 2010 | arifin_triadi

Organisasi merupakan suatu bagian yang diperlukan dalam kehidupan kita sebagai manusia. Karena dalam kodratnya, manusia merupakan mahluk social, sehingga tidak semua kegiatan dapat dilakukan secara individu.

Dengan berorganisasi, kita dapat mengetahui banyak hal yang mungkin sulit untuk kita ketahui secara individu. Karena ruang lingkup kita sendiri terbatas, sehingga diperlukan suatu organisasi.

Pengertian organisasi itu sendiri, sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat  dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol.

Banyak keuntungan yang dapat kita ambil dalam berorganisasi. Kita dapat memperoleh banyak informasi meski kita tidak mencarinya secara langsung. Ataupun kita dapat melakukan hal-hal secara berkelompok, sehingga hal tersebut dapat diselesaikan secara singkat.

E-Education

November 23rd, 2009 | arifin_triadi

Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvesional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M, 1995)

- Ivan Illich (awal 70an), Perancis

“Flexible Learning” Pendidikan tanpa Sekolah (Deshooling Society), yang secara extrimnya guru tidak lagi diperlukan.

- Bishop G (1989)

Meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexsible), terbuka dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

- Mason R (1994)

Pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah.

- Tony Bates (1995)

Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.

- Alisjahbana I (1996)

Pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya yang akan bersifat saat itu juga (just on time). Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif dan inter-disipliner.

- Romiszwki & Mason (1996)

Memprediski penggunaan Multimedia Communication (CMC) yang bersifat sinkron dan asinkron.

e-education

merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik, seperti radio dan televisi dan sekarang e-education adalah pendidikan yang menggunakan internet sebagai media utamanya.

Sistem e-education memungkinkan untuk diakses melalui berbagai terminal diberbagai tempat sesuai dengan mobilitas pengaksesannya, sehingga lahirlah mobile education (m-education)

Interactive education (I-education) dimana pengakses sistem seakan-akan dapat melakukan dialog dengan sisem e-education tersebut, baik melalui pesan maupun melaui kontak-kontak dialog yang dibangun dalam sistem tersebut.

Salah satu implementasi dari e-education adalah IBUteledukasi (www.ibuteledukasi.com) yang sejak pertengahan Desember 2001 telah menawarkan konsep belajar jarak jauh dengan media internet. Pola pendidikan yang ditawarkan oleh IBUteledukasi mirip dengan sistem Universitas Terbuka.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :

1. Pusat kegiatan siswa

Sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai kegiatan mahasiswa.

2. Interaksi dalam grup

Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen.

3. Sistem administrasi mahasiswa

Dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa, dll.

4. Pendalaman materi dan ujian

Biasanya dosen memberikan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar.

5. Perpustakaan digital

Terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada perpustakaan digital seperti suara, gambar, dll.

6. Materi online diluar mata kuliah

Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya.

Manfaat E-Education

Bagi Lembaga Pendidikan

1. Memperpendek jarak

Lembaga pendidikan dapat lebih mendekatkan diri dengan siswa dimana jarak fisik dapat diatasi hanya dengan mengklik situsnya.

2. Perluasan pasar

Jangkauan pasar peserta didik dapat menjadi luas dibandingkan dengan sistem pendidikan tradisional yang dibatasi oleh lokasi.

3. Perluasan jaringan mitra kerja

Lembaga pendidikan dapat juga melakukan perluasan jaringan mitra kerja.

4. Biaya terkendali

Lembaga pendidikan tidak perlu hadir secara fisik diberbagai kota dan pernjuru dunia, namun dapat melakukan proses pendidikan di berbagai lokasi.

5. Hemat

Melalui pola paperless dimana distribusi materiu pendidikan, jawaban tes dapat dilakukan secara elektronik, sehingga akan menghemat biaya.

6. Cash flow terjamin

Dengan sistem ini cash flow lembaga akan terjamin, karena lembaga akan menerima pembayaran terlebih dahulu sebelum mengirim materi pendidikan yang dipesan siswa.

7. Meningkatkan citra lembaga, meningkatkan layanan pendidikan, menyederhanakan proses, meningkatkan produktifitas, mempermudah akses informasi, mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan fleksibilitas.

Bagi siswa

1. Hemat

Dimana siswa dapat mengikuti proses prndidikan setiap saat dengan akurat, cepat, interaktif, dan murah.

2. Biaya terkendali

Biaya transport menuju sekolah, kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat ditekan serendah mungkin, karena semua proses dilakukan dibalik meja dan hanya mengklik mouse.

3. Fleksibel

Siswa dapat mengikuti proses pendidikan dari berbagai tempat dengan berbagai kondisi.

Bagi masyarakat pada umumnya

1. Peluang kerja baru

2. Wahana kompetisi antar lembaga pendidikan

Bagi dunia akademis

1. Tantangan baru bagi dunia akademis

2. Analisis terhadap pergeseran pola belajar

3. Membuka kerangka baru dalam penjualan jasa pendidikan

Hambatan e-education di indonesia meliputi

1. Belum terbentuknya high trust society

2. Harga pendidikan dapat ditekan, namun biaya untuk menyediakn teknologi pengaksesannya bertambah.

3. Sarana prasarana masih belum memadai.

4. Masih sangat sedikit SDM memahami dan menguasai.

5. Layanan pendukung utama, seperti jasa pos masih membutuhkan pembenahan dan peningkatan.

6. Adanya tindak kejahatan penyalahgunaan kartu kredit.

7. Adanya perbedaan platform yang digunakan di dalam lembaga pendidikan.

8. Pihak lembaga dan siswa masih menunggu sistem e-education stabil sebelum mereka memanfaatkannya secara optimal.

9. E-education masih dipandang sebelah mata sebagai sistem yang sulit dioperasikan dan belum ada aturan yang jelas bagi pemerintah.

10. Perubahan pola siswa yang cenderung pasif dan menunggu mendidikan menjadi siswa yang aktif dalam mencari materi pendidikan.

11. Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang tepat, sehingga sistem e-education dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran etika dan moralitas.

12. Gedung-gedung sarana pendidikan, sehingga pengelola lembaga harus melakukan relokasi tempat yang tersedia itu.

Masih terbatasnya e-education

Meskipun lahirnya e-education menjanjikan banyak hal positid, namun juga memiliki sejumlah kendala :

1. Masalah penyediaan sarana prasarana baik bagi peserta didik, maupun sekolah itu sendiri.

2. Tenaga pendidik yang terampil berteknologi, kreatif, dan inovatif sulit diperoleh.

3. Bagi masyarakat yang mengutamakan formalitas dan legalitas masih sulit untuk menerima sistem ini.

4. Masalah validitas hasil ujian belum terpecahkan dan cara koreksi untuk jumlah peserta didik yang tidak terbatas.

Aplikasi e-education

1. Silabus berbasis web

Agar peserta didik dapat mengetahui dengan pasti kurikulum yang akan diikuti selama masa pendidikannya, maka diharapkan silabus dapat dikonversi menjadi halaman web sehingga mudah diakses.

2. E-mail

Peserta didik dapat berkonsultasi secara elektronik dengan pendidikan, maka aplikasi e-mail, dengan pendidik, maka aplikasi e-mail akan sangat membantu bilamana disediakan.

3. Diskusi beralur

Fasilitas ini untuk melengkapi diskusi kelas biasa dengan model debat online yang hidup dan dapat dijalankan dengan teknologi bulletin board.

4. Forum diskusi elektronik

Melalui forum, pendidikan seakan dapat hadir untuk mengunjungi masing-masing peserta untuk memberikan pekerjaan tumah atau ahan diskusi untuk topic-topik yang menarik.

5. Bahan kuliah online

Digitalisasi dari materi perkuliahan yang disusun oleh pendidikan.

6. Buku nilai online

Perlu disediakan agar sewaktu-waktu peserta didik dapat melihat hasil belajarnya dan melakukan evaluasi pribadi atas presentasinya.

7. Ujian berbasis computer

Memungkinkan untuk diakses oleh para peserta didik bilamana ia telah menyelesaikan pemahaman terhadap materi-materi dari suatu topik atau mata pelajaran yang ia tekuni.